Kayuselem

Purnama dan Tilem

by on May.19, 2011, under Kitab Suci

Purnama dan Tilem sudah dirayakan oleh Nenek Moyang di Negeri Nusantara, sebelum pengaruh Hindu datang ke Indonesia. Dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, bahwa hari suci Purnama Tilem erat kaitannya dengan keberadaan Dinasti Candra. Dinasti Candra menganggap bahwa leluhurnya dahulu adalah berasal dari keturunan suci, yang diturunkan ke bumi sebagai Dewa Candra atau Dewa Bulan.Sakti atau istri Dewa Candra itu disebut Dewi Soma. Dewa Candra dan Dewi Soma inilah kemudian menurunkan wangsa Candra. Dewi Bulan Sang Hyang Nari Ratih Dalam kurun waktu yang berabad-abad kemudian keturunan bangsa dari Dinasti Candra muncul kepercayaan, bahwa bulan Purnama dan Tilem adalah sebagai hari suci bangsa bersangkutan.

Kepercayaan ini kemudian dianut oleh berbagai kepercayaan di belahan Negeri Timur dari berbagai sekta. Akhirnya hari suci Purnama dan Tilem juga dipercaya oleh Umat Hindu di Nusantara sebagai hari sucinya. Bagi umat Budha hari suci “Waiçak” yang bertepatan dengan Purnama mempunyai keistimewaan tersendiri. Karena pada Bulan Purnama pula beliau mencapai pencerahan (Nirwana). Begitu pula beliau wafat pada bulan Purnama Juga. Sedangkan bagi umat Hindu pada Tilem Kepitu (Ketujuh) dan Tilem Kesanga (kesembilan) dirayakan secara khusuk dan khidmat. Tilem kepitu bagi umat Hindu adalah Siwaratri. Hari suci Siwaratri ini erat kaitannya dengan cerita Lubdaka karangan Empu Tanakung.

Ceritanya adalah sebagai berikut : Lubdaka adalah seorang pemburu binatang di hutan, pekerjaannya adalah memburu dan membunuh binatang yang dagingnya dimakan atau dijual. Begitulah pekerjaannya saban hari, hingga pada suatu hari dia kembali ke hutan untuk berburu. Namun sayang pada hari itu nasibnya lagi sial dan apes. Karena tidak ada seekor binatang pun yang didapatkannya. Malang baginya karena ingin mendapatkan binatang buruan, hinga dia lupa dengan waktu. Tak terasa hari telah menjelang senja dan sebentar lagi malampun tiba. Dia bermaksud untuk pulang, namun karena sudah keburu malam dan haripun gelap gulita, akhirnya Lubdaka memutuskan untuk menginap saja dihutan. Karena takut disergap binatang buas, maka dia berusaha mencari tempat ketinggian diatas pohon.

Tak terasa kakinya melangkah pada sebuah pohon “Bila”. Yang mana dibawahnya terdapat air telaga yang bening, dengan sebuah pelinggih dan lingga. Dia naik keatas pohon Bila kemudian bersandar. Untuk menghilangkan kantuknya dia memetik daun-daun Bila. Karena jika ia tertidur diatas pohon tentu akan jatuh. Setangkai demi setangkai daun bila itu dipetiknya dan dijatuhkannya kebawah. Sehingga mengenai “Lingga” yang ada dibawahnya. Mungkin Lubdaka sendiri tidak menyadari bahwa pada hari itu adalah malam Siwaratri (Tilem Kepitu) dimana pada hari itu Siwa sedang beryoga. Sambil memetik daun bila, dia mulai menyesali segala perbuatannya dimasa-masa yang lampau. Disana kemudian dia berjanji dalam hatinya untuk menghentikan pekerjaannya sebagai seorang pemburu.

Setelah begadang semalam suntuk pagipun tiba, maka dia mulai berkemas-kemas untuk pulang. Sejak hari itu dia berhenti berburu dan beralih profesi sebagai petani. Namun setelah itu dia mulai sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia. Kemudian dikisahkan arwah Lubdaka melayang-layang diangkasa, tidak tahu jalan harus kemana. Selanjutnya datanglah pasukan Cingkarabala membawanya pergi hendak dimasukkan kekawah Candragomuka yang berada di Neraka. Pada saat itulah Sang Hyang Siwa datang dan mencegat pasukan Cingkarabala. Terjadi dialog yang sengit antara pasukan Cingkarabala dengan Bhatara Siwa. Pasukan Cingkarabala bersikeras hendak membawa arwah Lubdaka ke Neraka. Karena dimasa hidupnya dia sering melakukan pembunuhan terhadap binatang hutan. Namun Sang Hyang Siwa menjelaskan bahwa Lubdaka sudah membuat penebusan dosa pada malam Siwararti, yaitu begadang semalam suntuk disertai dengan penyesalan akan dosa-dosanya dimasa lampau. Sehingga dengan demikian dia berhak mendapatkan pengampunan. Maka demikianlah, singkat cerita Lubdaka dibawa ke Siwa Loka.

:, ,

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons

Mencari sesuatu?

Gunakan form di bawah untuk menjelajahi situs:

Tetap tidak ketemu? Tinggalkan komentar agar kami bisa mencarikan untuk Anda!

Temans

Website dan Blog kawan

Arsip

Semua posting, secara kronologis..