Kayuselem

Sikap Amustikarana dalam ber TriSandya

by on Aug.01, 2012, under Buah Pikiran, Kitab Suci

Saat kita umat Hindu melakukan Puja Tri Sandya, sikap tangan kita adalah amustikarana. Apakah Amustikarana itu? Sikap amustikarana adalah sikap saat tangan kanan mengepal dibungkus oleh tangan kiri yang masing-masing ibu jarinya bertemu dan ujung-ujungnya mengarah ke atas yang kemudian ditempatkan di depan hulu hati. Bentuk amustikarana ini memberikan makna dasendrya, yaitu bahwa kelima indera (panca karma indria) dan kelima panca budhi indria mendorong manah (pikiran) ke atas, maksudnya menuju kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Adapun penempatan amustikarana di depan hulu hati, penjelasannya sebagai berikut :

Setiap manusia mempunyai tulang punggung yang membujur dari pangkal tulang ekor sampai ke pangkal kepala. Sepanjang tulang punggung sampai di ubun-ubun terdapat cakra-cakra utama yang merupakan pusat masuknya energi ilahi atau energi alam semesta atau prana. Sesungguhnya dalam tubuh manusia terdapat ratusan cakra, baik berupa cakra utama, cakra mayor, maupun cakra minor. Dalam kaitan dengan pertanyaan di atas, di sini hanya akan disebutkan tentang tujuh cakra utama yang terdapat di sepanjang tulang punggung sampai kepala. Cakra-cakra tersebut berbentuk kerucut, dengan pangkalnya yang runcing berada di sepanjang tulang punggung sampai kepala.

Ada tujuh cakra utama di sepanjang tulang punggung sampai kepala. Cakra Utama yang pertama adalah cakra dasar (muladara cakra) terletak di ujung tulang ekor. Cakra utama yang kedua adalah cakra seks (swadistana cakra) terletak di atas cakra dasar lurus dengan organ seks. Di atas cakra seks terdapat cakra utama yang ketiga yaitu cakra pusar (manipura cakra) terletak lurus dengan pusar. Di atasnya lagi adalah cakra utama yang keempat yakni cakra jantung (anahata cakra), letaknya lurus dengan jantung. Cakra utama yang kelima adalah cakra tenggorokan (visudhi cakra) terletak di tenggorokan. Selanjutnya cakra utama yang keenam adalah cakra ajna (ajna cakra) terletak diantara kedua alis mata. Cakra utama yang ketujuh adalah cakra mahkota (sahasra cakra) terletak di atas atau di sekitar ubun-ubun.

Disamping ketujuh cakra utama tersebut, di sepanjang tulang punggung juga terdapat tiga buah nadi yang disebut ida, pingala dan susumna, berfungsi sebagai penyalur energi ilahi atau energi alam semesta atau prana yang masuk dari cakra-cakra tersebut. Susumna mengalirkan energi secara lurus, sedang ida dan pingala yang berada di kiri dan kanan susumna, mengalirkan energi secara saling menyilang. Karena saling menyilang, maka aliran energi melalui kedua nadi tersebut pada suatu waktu akan bertemu dan suatu saat lagi akan berpisah. Pertemuan yang pertama terjadi diantara cakra pusar dan cakra jantung, yaitu persis di hulu hati. Pertemuan kedua aliran nadi tersebut menyebabkan aliran energi ilahi menjadi sangat dahsyat.

Itulah sebabnya maka pada waktu melaksanakan Puja TriSandya kedua tangan dengan sikap amustikarana ditaruh di depan hulu hati. Maksudnya tiada lain agar aliran energi ilahi-manusia menyatu dengan baik, sehingga tuntunan dan sinar suciNya dapat diterima dengan baik.

:, ,

1 Trackback or Pingback for this entry

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons

Mencari sesuatu?

Gunakan form di bawah untuk menjelajahi situs:

Tetap tidak ketemu? Tinggalkan komentar agar kami bisa mencarikan untuk Anda!

Temans

Website dan Blog kawan

Arsip

Semua posting, secara kronologis..