Kayuselem

Sebuah Pilihan Hidup

by on Aug.20, 2015, under Buah Pikiran

lentera

Om Swastyastu

Zaman sekarang, khususnya di Bali semakin semarak dan antusiasnya krama Bali Hindu dalam melakukan yadnya terutama dalam lingkup upacara, tentu sangat membanggakan. Terlebih semakin luasnya informasi dalam pembuatan sarana upakara yaitu banten dan lain-lain secara terang-terangan dan terbuka untuk umum dalam acara televisi, workshop maupun kegiatan ekstra di sekolah. Hal ini mendorong umat untuk semakin meningkatkan srada bhkatinya dalam melakukan yadnya.

Tentu saja kemajuan dalam bidang pelaksanaan yadnya ini patut diimbangi adanya pemahaman akan pelaksanaan yadnya dalam diri, kepada sesama manusia, dan lingkungan sebagai perwujudan Tuhan itu sendiri. Apa saja bentuk yadnya kepada diri sendiri? salah satunya adalah bernapas, makan minum yang satwik, melakukan olah raga, yoga, belajar dan sbgnya. Yadnya kepada sesama seperti toleransi, tatakrama, teposeliro, tenggang rasa, gotong royong, persaudaraan, saling menghormati dan tolong menolong tanpa pamrih. Yadnya kepada lingkungan adalah dengan menjaga dan melestarikan keseimbangan alam beserta isinya, reboisasi, penghijauan, tidak melanggar sempadan sungai, laut, tebing, jalan dan lainnya misalnya. Tidak merusak hutan, mengotori air, eksploitasi berlebihan dan sbgnya.

Dua hal ini dalam kehidupan kita hendaknya berimbang, yadnya dalam upacara tentu perlu, namun sudahkah kita mampu beryadnya secara sekala ? itu juga sangat penting. Dalam realitanya, ada sekelompok orang yang cenderung lebih mementingkan salah satu dari dua bentuk yadnya tersebut. Tidak mengapa, karena ini adalah sebuah pilihan hidup.

Seperti halnya dengan semakin terbukanya informasi yang dulu sakral atau tabu untuk dibicarakan, sekarang semakin luas terbuka dikemukakan, sebut saja soroh atau nama keluarga atau sebuah keturunan. Soroh/clan keluarga tertentu sekarang sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi untuk dibicarakan. Seiring hal tersebut, terdapat hal positif yang dapat kita lihat, yaitu srada bhakti pratisentananya cenderung meningkat. Dan kebanggaan akan leluhurnya pun cenderung meningkat. Berbagai program bersifat kekeluargaa dibangun seperti koperasi, suka/duka, acara sosial dan lainnya dilakukan oleh masing-masing soroh bersama paiketan keluarganya. Hal ini tentu sangat membanggakan. Sekarang tinggal kita menjaga pemahaman masing-masing kelompok tersebut bahwa tujuan dari mengetahui lelintih ataupun sejarah leluhurnya adalah tiada lain untuk berbakti dan meneruskan perjuangan beliau yang telah mendahului membangun agama dan bangsa ini agar lebih maju dan sejahtera bersama. Bukan untuk membangkitkan kembali kenangan masa lalu atas kejayaan yang bersifat sempit yaitu merasa diri lebih unggul atau lebih rendah dari orang lain.

Demikian kiranya beberapa pilihan hidup yang ada disekitar kita, tinggal kita memilih yang paling sesuai dengan hati nurani kita dan yang diamanatkan oleh agama serta dasar negara ini.

Om Shanti shanti shanti Om

 

:, , , ,

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons

Mencari sesuatu?

Gunakan form di bawah untuk menjelajahi situs:

Tetap tidak ketemu? Tinggalkan komentar agar kami bisa mencarikan untuk Anda!

Temans

Website dan Blog kawan

Arsip

Semua posting, secara kronologis..