Kayuselem

Pendidikan Membentuk Karakter

by on Feb.01, 2017, under Buah Pikiran

Satu lagi kutipan catatan harian Saya.

Sejak usia 3 tahun, engkau telah memulai memasuki dunia pendidikan, paling tidak dunia pendidikan usia dini, yang dikenal pada jaman itu sebagai PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), yang pada jaman orangtuamu ini, disebut TK, Taman Kanak-kanak. Kenapa demikian, ya benar, karena program pemerintah tentunya. Namun, semuanya berdasarkan akan kebutuhan pendidikan pada usia dini dari seorang manusia yang hidup dalam lingkungan yang berdadab. Mengapa ? pendidikan usia dini ini, ditujukan bukanlah bertujuan untuk menyerap secara besar-besaran pendidikan ilmiah ataupun pendidikan formal, melainkan memberikan pondasi atau dasar yang kuat bagi insan-insan muda yang baru saja mengenal pendidikan atau bisa dibilang sebagai kertas putih yang masih bersih.

Pondasi atau dasar apakah yang wajib diberikan? Rasa kasih terhadap sesama, mengenal alam sekitar dan berinteraksi secara aman dengannya, mengenal nilai dan norma yang diambil dari nilai ataupun kebiasaan adat istiadat setempat yang memiliki nilai luhur yang telah diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi.

Sehingga, ketika engkau melanjutkan pendidikanmu ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu Sekolah Dasar, Sekolah Menengah maupun Atas, hendaknya kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang engkau miliki digunakan hanya untuk kebaikan yang engkau peroleh dasarnya pada waktu menempuh pendidikan pada usia dini tersebut. Walaupun pada setiap jenjang pendidikan engkau temui tentang penguatan kembali dasar-dasar tersebut.

Dan ketika engkau menempuh pendidikan tinggi, yang memiliki sangat sedikit dan bahkan hampir tidak memiliki sama sekali bahan tentang pendidikan karakter, karena dirasa sudah cukup bagimu selama ini menempuh pendidikan tersebut. Ini bisa dipahami, karena begitu banyak hal ilmiah lain yang wajib dipelajari.

Namun, melalui tulisan ini, orangtuamu berpesan, bahwa untuk menjadi sarjana yang utama, tidak saja sarjana yang memiliki wawasan pengetahuan dan skill yang mumpuni, namun yang memiliki hati untuk sesama, masyarakat dan lingkungan. Sarjana yang berkarakter, berakhlak mulia, jujur dan penuh semangat dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuannya untuk kebaikan keluarga, masyarakat dan bangsanya.

Dan saat engkau memahaminya, puncak pencapaian pendidikan bukanlah sekedar gelar maupun seberapa hebat dirimu dalam menemukan maupun meneliti sesuatu, namun lebih kepada bagaimana engkau mengabdikan diri untuk kebaikan masyarakat, bangsa dan negara.

:

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons

Mencari sesuatu?

Gunakan form di bawah untuk menjelajahi situs:

Tetap tidak ketemu? Tinggalkan komentar agar kami bisa mencarikan untuk Anda!

Temans

Website dan Blog kawan

Arsip

Semua posting, secara kronologis..