Kayuselem

Yang dangkal diatas, yang dalam dibawah

by on Apr.13, 2017, under Buah Pikiran

Ketika engkau masih kecil, dengan pikiran yang sederhana dan cenderung ceria, sangatlah mudah untuk melihat dunia dengan perspektif yang indah dan penuh pesona. Dunia dalam hal ini adalah alam sekitar dan juga makhluk hidup yang mendiaminya. Hal inilah yang dinamakan berpikir secara dangkal yaitu hanya berdasarkan atas apa yang dilihat di permukaan. Jika diselami lebih dalam, dalam kehidupan ini, yang engkau mulai rasakan ketika engkau beranjak remaja dan dewasa adalah penuh suka duka. Suka dan duka silih berganti, sesuai dengan persepsi yang ada dalam pikiranmu.
Demikian pula yang terjadi pada orang lainnya, saudaramu, teman-temanmu dan seluruh manusia di dunia. Mereka yang telah berpikir secara dewasa, tidak akan serta merta menilai sesuatu secara dangkal atau yang terlihat di permukaan. Mereka akan menilai menimbang dan memutuskan sesuatu dengan menyelami secara benar dahulu, bukan hanya sekedar melihat dan menilai yang ada di permukaan belaka. Dalam kehidupanmu engkau akan temui dua jenis manusia ini, yaitu mereka yang hanya melihat di permukaan, dan yang menyelami lebih dalam segala sesuatunya dalam hidup ini.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kedewasaan mereka, tingkat pendidikan mereka serta luas atau tidaknya wawasan mereka. Sehingga, tidaklah bijak jika engkau lantas menilai mereka secara memukul rata. Disini hendaklah engkau memberikan penilaian sesuai dengan latar belakang mereka secara bijaksana dan sabar. Pikiran, perkataan dan perbuatan yang didasari oleh disiplin seperti ini, jauh lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan hanya menonjolkan egoisme belaka, dengan menunjukkan bahwa engkau lebih mengetahui, bahwa engkau lebih sopan, bahwa engkau lebih dan lebih. Adalah lebih baik jika melakukan introspeksi diri maupun ekstrospeksi terhadap lingkungan, dan mengambil tindakan yang tepat dan cerdas untuk bersikap terhadap duniamu. Dengan demikian, aku yakin, engkau akan dapat bertahan dan secara perlahan menemukan jalanmu mengarungi kehidupan yang lebih baik.
Itulah mengapa amatlah lebih mudah menemui orang-orang yang pemikirannya masih dangkal, karena posisi mereka ada di “permukaan”. Demikian sebaliknya, mereka yang sudah menyelami diri jauh ke dalam, tidaklah mudah menemukan mereka memperlihatkan dirinya, jangankan muncul di media massa, usul saran atau ide nya pun bahkan dilimpahkan untuk orang lain, mereka tidak lagi merasa mempunyai atau memiliki ide atau gagasan atau pemikiran atau hal lain yang biasanya dapat digunakan untuk mempromosikan diri kepada masyarakat. Yang mereka inginkan hanya harmonisasi dan keadaan kehidupan yang membaik untuk seluruh umat. Yang dangkal di atas, dan yang dalam ada di bawah. Yang mana yang ingin engkau cari sebagai tauladan dalam hidupmu?
:, ,

1 Comment for this entry

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons

Mencari sesuatu?

Gunakan form di bawah untuk menjelajahi situs:

Tetap tidak ketemu? Tinggalkan komentar agar kami bisa mencarikan untuk Anda!

Temans

Website dan Blog kawan

Arsip

Semua posting, secara kronologis..