Kayuselem

Tag: mpu semeru

Pura Samuan Tiga di Bedulu Gianyar

by on Feb.21, 2014, under Pura

Pura Samuan Tiga
Jika menyisir keberadaan Bedulu dan Pura Samuan Tiga dari data teks tentang sejarah Bali masa lalu, Drs. I Wayan Patera, M.Hum, yang juga Klian Paruman Pura Samuan Tiga, dalam tulisannya tentang Pura Samuan Tiga mengutip lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul terutama pada bagian yang menguraikan tentang Samuantiga, sebagai berikut:

“….. ri masa ika hana malih kahyangan Samuantiga, ika maka cihna mwah genah i kang para Dewa-Dewata Bhatara-Bhatari mwah kang para Rsi ika makabehan paum duking masa ika, kang ingaranan pura Samuantiga ri mangke”
Artinya:
“….. pada masa itu ada lagi kahyangan (tempat suci) yang bernama kahyangan Samuantiga, itu sebagai tanda dan tempat dimana para Dewa dan Dewata, Bhatara-Bhatari dan lagi para Resi (pendeta) seluruhnya rapat (musyawarah) pada masa itu dinamai pura Samuatiga sampai sekarang”
(continue reading…)

Leave a Comment :, , , more...

Pura Ratu Pasek di Besakih

by on Apr.18, 2011, under Pura

Tulisan ini diambil dari Babad Pasek Kayu Selem. Pada tahun saka 27 (th.105 M), Gunung Agung meletus dengan sangat hebatnya, entah hal-hal apa yang terjadi pada waktu itu. Beberapa tahun kemudian, tahun saka 31 (th.109 M), Betara Tiga; Hyang Agni Jaya, Hyang Putra Jaya dan Hyang Dewi Danuh beryoga di puncak Tohlanhgkir (puncak Gunung Agung), untuk membersihkan Nusa Bali, tepatnya pada hari Selasa Keliwon Kulantir, dikala bulan Purnama, sasih Kelima, atas kekuatan yoga Betara Tiga, Gunung Agung pun meletus lagi dengan sangat hebatnya.

Memang Dewata telah mengatur sedemikian rupa, setiap upacara besar keagamaan di Bali yang sifatnya umum, Gunung Agung tetap meletus paling tidak akan dengan pertanda gempa bumi.

Setelah Upacara pembersihan Nusa Bali, pada tahun saka itu juga (31) Gunung Agung masih dalam keadaan belum begitu reda letusannya pada hari yang sangat baik, Betara Tiga di Puncak Tohlangkir, sama bertujuan agar mempunyai putra, maka Betara Hyang Agni Jaya dan Hyang Putra Jaya beryoga dengan sangat hebatnya, menghadapi api pedipaan, betapa alunan suaranya bunyi genta, hujan kembang dari angkasa.

Akibat dari kekuatan/kesucian yoganya Betara kalih, maka Gunung Agung menambah hebat letusannya, keluar banjir api dari lubang kepundannya, kilat, gempa berkesinambungan, hujan sangat lebatnya, dentuman-dentuman suara letusan tiada hentinya.

(continue reading…)

Leave a Comment :, , , , more...

Mencari sesuatu?

Gunakan form dibawah untuk menjelajah halaman :

Masih belum ketemu? Tulis komentar pada postingan atau kontak kami !

Blogroll

Website yang direkomendasi...