Kayuselem

Tag: tri hita karana

Makna hari Suci Nyepi yang Sesungguhnya

by on Mar.22, 2012, under Buah Pikiran

Banyak kalangan lain melihat keunikan tersendiri bagi umat Hindu Nusantara merayakan Tahun Barunya. Umat lain merayakannya dengan kemeriahan, pesta makan-minum, pakaian baru, dan sebagainya.

Umat Hindu, justru di Tahun Baru Saka yang jatuh pada “Penanggal Ping Pisan Sasih Kadasa” menurut sistem kalender Hindu Nusantara, yaitu di saat “Uttarayana” (hari pertama matahari dari katulistiwa menuju ke garis peredaran di lintang utara), merayakannya dengan sepi yang kemudian bernama “Nyepi” artinya membuat suasana hening:

  1. Tanpa kegiatan (amati karya)
  2. Tanpa menyalakan api (amati gni)
  3. Tidak keluar rumah (amati lelungaan)
  4. Tanpa hiburan (amati lelanguan)

yang dikenal dengan istilah “Catur Berata Penyepian”.

Di hari itu umat Hindu melakukan tapa, berata, yoga, samadhi untuk mengadakan koreksi total pada diri sendiri, serta menilai pelaksanaan trikaya (kayika = perbuatan, wacika = perkataan, manacika = pikiran) di masa lampau, kemudian merencanakan trikaya parisudha (trikaya yang suci) di masa depan.

Di hari itu pula umat Hindu mengevaluasi dirinya, sudah seberapa jauhkah tingkat pendakian rohani yang telah dicapainya, dan sudahkah masing-masing dari kita mengerti pada hakekat tujuan hidup di dunia ini.

Dengan amati karya, kita mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan tapa, berata, yoga, dan samadhi; dalam suasana amati gni, pikiran akan lebih tercurah pada telusuran kebathinan yang tinggi; pembatasan gerak bepergian keluar rumah berupa amati lelungaan dengan mengurung diri di suatu tempat tertentu melakukan tapa, berata, yoga, samadhi untuk mensucikan pikiran.

Tempat itu bisa di rumah, di Pura atau di tempat suci lainnya. Tentu saja dalam prosesi itu kita wajib menghindarkan diri dari segala bentuk hiburan yang menyenangkan yang dinikmati melalui panca indra (amati lelanguan).

Kemampuan mengendalikan panca indra adalah dasar utama mengendalikan kayika, wacika, dan manacika sehingga jika sudah terbiasa akan mudah melaksanakan tapa yadnya. Walaupun tidak dengan tegas dinyatakan dalam susastra, pada hari Nyepi seharusnya kita melakukan upawasa atau berpuasa menurut kemampuan masing-masing.

Jenis-jenis puasa antara lain: tidak makan dan minum selama 24 jam, atau siang hari saja, atau bentuk puasa yang ringan, yaitu hanya memakan nasi putih dengan air kelapa gading yang muda.

Setelah Nyepi, diharapkan kita sudah mempunyai nilai tertentu dalam evaluasi kiprah masa lalu dan rencana bentuk kehidupan selanjutnya yang mengacu pada menutup kekurangan-kekurangan nilai dan meningkatkan kualitas beragama.

Demikianlah tahun demi tahun berlalu sehingga semakin lama kita umat Hindu akan semakin mengerti pada hakekat kehidupan di dunia, yang pada gilirannya membentuk pribadi yang dharma, dan menjauhi hal-hal yang bersifat adharma.

Hari raya Nyepi dan hari-hari raya umat Hindu lainnya merupakan tonggak-tonggak peringatan penyadaran dharma. Oleh karena itu kegiatan dalam menyambut datangnya hari-hari raya itu semestinya tidak pada segi hura-hura dan kemeriahannya, tetapi lebih banyak pada segi tattwa atau falsafahnya.

Seandainya mayoritas umat Hindu Nusantara menyadari hal ini, pastilah masyarakat yang Satyam, Siwam, Sundaram akan dapat tercapai dengan mudah.

Kelemahan tradisi beragama umat Hindu khususnya yang tinggal di Bali, adalah terlalu banyak berkutat pada segi-segi ritual (upacara) sehingga segi-segi tattwa dan susila kurang diperhatikan. Tidak sedikit dari kita merasa sudah beragama hanya dengan melaksanakan upacara-upacara Panca Yadnya saja.

Salah satu segi tattwa yang kurang diperhatikan misalnya mewujudkan trihitakarana. Perkataan ini sering menjadi slogan yang populer, diucapkan oleh berbagai tokoh dengan gempita tanpa menghayati makna dan aplikasinya yang riil di kehidupan sehari-hari.

Trihitakarana, tiga hal yang mewujudkan kebaikan, yaitu:

  1. Keharmonisan hubungan manusia dengan Hyang Widhi (Pariangan)
  2. Keharmonisan hubungan manusia sesama manusia (Pawongan)
  3. Keharmonisan hubungan manusia dengan alam (Palemahan)

(continue reading…)

Leave a Comment :, , more...

Mencari sesuatu?

Gunakan form dibawah untuk menjelajah halaman :

Masih belum ketemu? Tulis komentar pada postingan atau kontak kami !

Blogroll

Website yang direkomendasi...